Wednesday 08th of September 2010
Home
- Error
-
WELCOME TO THE 1-MUHAMMAD.COM
|
Written by Administrator
|
|
Tuesday, 28 April 2009 23:38 |
|
Dasar-Dasar Ilmu Hadits Ringkasan dasar-dasar pengenalan ilmu hadits ini adalah merupakan salinan ringkas dari kajian Ustadz Abu Ihsan Al-atsary di Tokyo. Semoga ringkasan ini bermanfaat bagi kaum muslimin sebagai sentuhan awal dalam mempelajari dan mencintai warisan berharga dari Rasulullah shollollahu’alaihiwasallam yaitu ilmu Hadits.
Hadits adalah pensyarah yang menjelaskan kemujmalan (keglobalan) Al-qur’an. Misalnya di dalam Al-qur’an ada perintah untuk mengerjakan sholat, akan tetapi di dalamnya tidak dijelaskan bagaimana cara mengerjakan sholat. Semua hukum-hukum yang berkaitan dengan sholat seperti waktu sholat, rukun-rukun sholat, gerakan-gerakan sholat, pembatal-pembatal sholat, dan hukum-hukum lainnya dapat kita temukan penjelasannya di dalam Hadits Rasulullah shollollahu’alaihiwasallam. |
|
Read more...
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Tuesday, 28 April 2009 23:27 |
|
Mushthalahul Hadits PENDAHULUAN 1. Pada awalnya Rasulullah saw melarang para sahabat menuliskan hadits, karena dikhawatirkan akan bercampur-baur penulisannya dengan Al-Qur’an. 2. Perintah untuk menuliskan hadits yang pertama kali adalah oleh khalifah Umar bin Abdul Aziz. Beliau menulis surat kepada gubernurnya di Madinah yaitu Abu bakar bin Muhammad bin Amr Hazm Al-Alshari untuk membukukan hadits. 3. Ulama yang pertama kali mengumpulkan hadits adalah Ar-Rabi Bin Shabi dan Said bin Abi Arabah, akan tetapi pengumpulan hadits tersebut masih acak (tercampur antara yang shahih dengan, dha’if, dan perkataan para sahabat. 4. Pada kurun ke-2 imam Malik menulis kitab Al-Muwatha di Madinah, di Makkah Hadits dikumpulkan oleh Abu Muhammad Abdul Malik Bin Ibnu Juraiz, di Syam oleh imam Al-Auza i, di Kuffah oleh Sufyan At-Tsauri, di Bashrah oleh Hammad Bin Salamah. |
|
Read more...
|
|
Written by Administrator
|
|
Tuesday, 28 April 2009 23:11 |
|
Istilah-Istilah dalam ilmu Hadits Ringkasan Dasar Pengenalan Ilmu Hadits
Hadits adalah pensyarah yang menjelaskan kemujmalan (keglobalan) Al-qur’an. Misalnya di dalam Al-qur’an ada perintah untuk mengerjakan sholat, akan tetapi di dalamnya tidak dijelaskan bagaimana cara mengerjakan sholat. Semua hukum-hukum yang berkaitan dengan sholat seperti waktu sholat, rukun-rukun sholat, gerakan-gerakan sholat, pembatal-pembatal sholat, dan hukum-hukum lainnya dapat kita temukan penjelasannya di dalam Hadits Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam. |
|
Read more...
|
|
Perbaikan Tabiat Melalui Al-Qur’an |
|
Written by Administrator
|
|
Wednesday, 22 April 2009 14:15 |
|
Mereka yang hanya mengandalkan logika saja sebenarnya sama saja dengan orang-orang yang berkekurangan dalam tindakan dan keimanan serta ketulusan perilaku, sebagaimana juga mereka berkekurangan dalam pengetahuan, pemahaman dan keyakinan. Kelompok orang-orang seperti ini tidak pernah menjadi teladan atau dimasukkan ke dalam kelompok jutaan orang-orang suci yang menjadi hamba Allah yang diridhoi oleh-Nya.
Berkat dari orang-orang suci itu demikian nyata dimana mereka melalui khutbah, peringatan, doa dan perhatian serta pengaruh keakraban diri mereka telah menyadarkan banyak orang untuk kembali ke jalan yang lurus dan sepenuhnya menjadi hamba-hamba Allah. Mereka ini tidak memperdulikan dunia dengan isinya serta mengasingkan diri mereka dari kenyamanan, kesukaan, martabat, kebanggaan, harta milik dan kerajaan duniawi. Mereka mengikuti jalan takwa dimana karenanya ratusan dari mereka telah kehilangan nyawa dan ribuan kepala telah terpenggal sehingga bumi menjadi basah karena darah orang-orang suci tersebut. |
|
Last Updated on Sunday, 26 April 2009 22:39 |
|
Read more...
|
|
Written by Administrator
|
|
Wednesday, 22 April 2009 13:51 |
|
Sesungguhnya : Al-Qur'an Tidak Ada Tandingannya Nov 16, 2008 at 03:13 AM
Apa pun yang merupa melalui kekuasaan Allah s.w.t. yang sempurna, apakah itu merupakan bagian dari ciptaan seluruhnya atau pun sebuah Kitab Suci yang secara harfiah diwahyukan oleh-Nya, semuanya membawa sifat bahwa tidak ada wujud lainnya yang mempunyai kemampuan menghasilkan padanannya. Hal ini dibuktikan dengan dua cara, pertama adalah melalui metoda deduksi. Tuhan itu Maha Esa dan tanpa sekutu dalam Wujud, sifat dan kinerja-Nya, karena jika dimungkinkan adanya serikat dengan Dia dalam ciptaan, firman atau pun tindakan, maka akan dimungkinkan munculnya padanan dalam sifat-sifat serta adanya Tuhan lain.
Semua yang dianggap memiliki sifat-sifat Ilahi akan menjadi Tuhan dan yang hanya memiliki sebagian dari sifat-sifat Ilahi tersebut akan menjadi sekutu-Nya berkaitan dengan sifat berkaitan, dimana semua ini lalu menjadi suatu hal yang tidak masuk akal. Dengan demikian jelaslah bahwa Tuhan itu Maha Esa tanpa sekutu dalam segala sifat-sifat, firman dan tindakan-Nya dan Wujud-Nya itu bebas dari segala inkonsistensi yang akan mengharuskan adanya seseorang untuk menjadi sekutu-Nya. |
|
Read more...
|
|
|
|
|
|
|
Page 2 of 3 |
Who's Online
We have 3 guests online
Powered by Joomla!.
Designed by: Free Joomla Template, website hosting. Valid XHTML and CSS.